Minggu, 12 Juni 2016

Pasukan Manakah yang Akan Menyerang Baitullah dan akan Dibenamkan?

Didapatkan beberapa pendapat dan penjelasan dari mayoritas riwayat bahwa awal kemunculan Al-Mahdi dan dirinya dikenal oleh publik adalah ketika dibaiat diantara rukun Ka'bah dan Maqam Ibrahim yang sebelumnya akan ditandai dengan penenggelaman atau pembenaman sebuah pasukan yang tengah bersiap untuk menghancurkan Baitullah. 

Dari Ummu Salamah, bahwa Rasulullah SAW bersabda; 
"Suatu ketika Rasulullah SAW berbaring di rumahku, tiba-tiba beliau duduk bersimpuh dan mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Aku berkata, "Sungguh, apa yang terjadi dengan Anda wahai Rasulullah, Anda mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji'un?" Beliau menjawab, "Sepasukan dari umatku, mereka datang dari arah Syam, mereka menuju ke Baitullah untuk memerangi seorang lelaki yang Allah melindunginya dari mereka. Sampai ketika mereka tiba di gurun pasir dari Dzul Hulaifah, mereka dibenamkan semuanya ke dalam tanah, sedang tempat asal mereka berbeda-beda." (HR. Muslim) 

Mengenai lokasi pembenaman pasukan tersebut ada juga riwayat yang mengatakan bahwa tempatnya di gurun pasir Madinah. Dari Ubaidillah bin Al-Qibthiyyah, dia berkata bahwa, Rasulullah SAW bersabda, "Seseorang berlindung di BAitullah, lantas dikirimkanlah pasukan kepadanya. Ketika mereka berada di gurun pasir dari satu wilayah maka mereka dibenamkan ke dalam tanah." Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana dengan orang yang dipaksa untuk ikut pasukan itu?" Rasulullah SAW menjawab, "Dia ikut dibenamkan bersama mereka, tetapi pada hari kiamat nanti akan dibangkitkan berdasarkan niatnya." Abu Ja'far berkata, "Itu adalah gurun pasir Madinah." Rawi berkata, "Aku bertemu dengan ABu Ja'far, lalu aku berkata, "Sesungguhnya Ummu Salamah hanya berucap, "Padang Sahara dari wilayah ini." Abu Ja'far berkata, "Sekali-kali tidak, demi Allah itu adalah gurun pasir Madinah." (HR. Muslim) 



Makna dari riwayat hadits di atas dapat dijelaskan bahwa gejolak yang terjadi di Mekkah kelak di akhir zaman akan diikuti oleh pergerakan pasukan dari arah Syam untuk menghancurkan Baitullah. Ini menunjukkan bahwa ada semacam penguasaan negara Syam atas Jazirah Arab. Ini menjadi cukup bukti bahwa di kemudian hari nanti akan ada perubahan peta politik global dan tidak sebagaimana yang terjadi sekarang. 

Sedangkan mengenai pasukan yang akan menyerang Baitullah dan akan dibenamkan di gurun pasir ini yang jelas terbagi menjadi tiga bagian manusia; 
  1. Jenis pertama adalah orang-orang yang mengetahui secara pasti apa tujuan gerakan ini. 
  2. Jenis kedua adalah orang-orang yang dipaksa ikut serta dalam pasukan ini berdasarkan aturan yang berlaku pada kelompok itu. 
  3. Jenis ketiga adalah orang-orang yang sedang melewati tempat itu dari kalangan yang ditaqdirkan oleh Allah.  
Mengenai pasukan mana yang akan menyerang Baitullah ini dapat diketahui jika kita telah memahami peta politik global khususnya di wilayah Timur Tengah yang kita kenal dengan Arab Spring. Mengingat pasukan tersebut berasal dari Syam dan wilayah Syam itu bukan hanya Suriah, tapi juga Palestina (yang di dalamnya ada Israel), Libanon dan Yordania. Banyak juga yang berspekulasi bahwa pasukan tersebut adalah pasukan Syiah Iran, namun negara Iran bukanlah bagian dari Syam. Kalaupun syiah yang menyerang mungkin bisa jadi mereka adalah pasukan Hizbullat di Libanon mengingat terdapat pernyataan ulama syiah yang akan menghancurkan Ka'bah.

Asumsi yang kedua adalah pasukan yang akan menyerang dan dibenamkan itu adalah pasukan-pasukan yang saat ini tengah bertempur di Syiria, mengingat pasukan-pasukan di Syiria terdiri dari berbagai faksi dan oposisi, juga dalam hadits di atas dikatakan oleh Rasulullah SAW bahwa yang menyerang adalah "Sepasukan dari umatku". Maka bisa saja yang menyerang Baitullah adalah dari kalangan Ahlu Sunnah dengan mengingat terjadinya perselisihan di antara beberapa pasukan-pasukan Syiria dengan Kerajaan Saudi. Wallahu 'alam. 



Yang cukup jelas adalah pembenaman ini menimpa mereka semua secara menyeluruh. Pembenaman ini juga dianggap sebagai tanda terkuat yang menunjukkan bahwa seseorang yang berlindung di Baitullah dan dilindungi oleh Allah itu adalah Imam Mahdi. 

Mengenai selanjutnya pembaiatan Imam Mahdi dan pertempuran pertama Imam Mahdi beserta pasukannya akan dibahas lebih lanjut. Insya Allah. (Gugun Sopian).    


Tidak ada komentar:

Posting Komentar